UFR DIABETES DAN KEHAMILAN

  • Dulu wanita yang menderita diabetes dianjurkan tidak hamil karena takut terjadi komplikasi pada ibu dan anak. Kini kehamilan bagi seorang penderita diabetes sudah bukan masalah lagi, sebab pengobatan dan kontrol diabetes yang semakin baik
  • Wanita yang terkena diabetes dan mengalami kehamilan dapat dibagi dalam dua kelompok :
  1. Yang sudah mengidap diabetes (tipe atau tipe 2) sebelum hamil.
  2. Diabetesnya timbul pada saat hamil, biasanya pada trimester (tiga bulan) kedua atau ketiga, yang mana dikenal dengan istilah Diabetes Gestational, yang mana gula darah akan menjadi normal setelah melahirkan.
  • Karena gula darah yang tinggi bisa membahayakan janin dalam kandungan, wanita penderita diabetes yang hamil harus bekerja sama dengan dokter atau tim medis. Kontrol gula yang lebih baik akan mengurangi risiko pada ibu maupun janin.
  • Gula darah yang tinggi dapat menimbulkan cacat pada janin. Pada kehamilan yang sudah lebih dari 3 bulan, gula darah yang tinggi dapat mengakibatkan persalinan prematur atau kematian janin di dalam kandungan.
  • Selain itu, diabetes yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan large baby atau bayi besar, paru-paru bayi tidak sempurna waktu lahir, atau hipoglikemia pada bayi waktu
  • Dabetes Gestasi atau Gestational Diabetes yaitu diabetes yang timbul hanya pada saat hamil. Dalam hal ini, gula darah menjadi normal kembali setelah bayi dilahirkan. Sekitar 2-3% ibu hamil akan mengalami diabetes gestasi ini.
  • Kontrol yang baik? pasien diabetes gestasi harus mengontrol gula dengan baik. Gula darah puasa harus di bawah 105 mg/dl, 1 jam sesudah makan harus di bawah 140 mg/dl, dan 2 jam sesudah makan tidak boleh melebihi 120 mg/dl. Makanan ibu hamil harus mengandung kalori yang cukup dan vitamin dan mineral yang dibutuhkan. Kalori harus cukup untuk ibu dan janin agar tidak timbul ketonuria.

Diabetes Gestasi Bisa Kambuh?

  • Dua pertiga wanita penderita diabetes gestasi bisa mengalami diabetes kembali pada kehamilan berikutnya. Bahkan setengah dari diabetes gestasi akan menjadi diabetes tipe 2 dalam 5-10 tahun
  • Setelah persalinan, dianjurkan memeriksa gula darah secara rutin dan melakukan general medical check up setahun sekali. Selain itu harus menurunkan berat badan secepatnya setelah persalinan. Turunkan sampai berat badan sebelum hamil atau berat badan ideal, yaitu BMI 18,5-25. Mulailah berdiet dan berolahraga secara teratur untuk mencegah terjadinya diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Rencana Pengobatan Yang Baik ?

  • Nutrisi bagi wanita penderita diabetes yang hamil berbeda dengan orang yang tidak hamil. Kalori dan proteinnya perlu lebih tinggi. Hal ini perlu dikonsultasikan dengan dokter atau ahli
  • Perlu mengganti menu apabila merasa mual, muntah, susah buang air besar, atau sedang mengidam. Pemakaian pemanis buatan untuk wanita penderita diabetes yang hamil perlu diperhatikan. Gula saccharin belum diketahui pengaruhnya pada janin, maka lebih baik dihindari. Sedangkan gula aspartam, yang dibuat dari aspartate dan phenylalanine, misalnya Equal, Tropicana Slim, atau Diasweet, tidak mengganggu kesehatan janin.
  • Penderita juga harus belajar menyuntik insulin sendiri dan bagaimana menguasai dan menggunakan alat suntik yang khusus untuk insulin.
  • Wanita penderita diabetes perlu mengetahui bagaimana olahraga yang baik sebelum hamil, ketika hamil, serta waktu bersalin. Jangan lupa mengontrol gula darah sebelum dan sesudah berolahraga.

Literatur

Tandra, Hans. 2018. Segala Sesuatu Yang Harus Anda Ketahui Tentang Diabetes Panduan Lengkap Mengenal Dan Mengatasi Diabetes Dengan Cepat Dan Mudah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *